Pendakwah Umi Pipik sentil presenter Raffi Ahmad dan penyanyi Mulan Jameela soal kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Umi Pipik meminta tolong agar Raffi dan Mulan menyampaikan kondisi karhutla Kalimantan kepada Presiden Prabowo.
Bukan tanpa sebab, hal itu karena Raffi Ahmad dan Mulan kini memiliki jabatan sebagai wakil rakyat dan juga dekat dengan Presiden Prabowo. Raffi Ahmad sendiri kini tengah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Sedangkan, Mulan Jameela kini menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Partai Gerindra untuk periode 2024–2029. Oleh karena itu, Umi Pipik meminta tolong kepada keduanya untuk menyampaikan berita karhutla kepada Presiden Prabowo.
Adapun permintaan tolong itu disampaikan Umi Pipik di akun Instagramnya @_ummi_pipik_ pada (12/10/2026). Di unggahan itu, Umi Pipik tampak memperlihatkan video kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan.
Di mana situasi kebakaran itu terlihat sangat parah dan mencekam layaknya sebuah neraka. Umi Pipik juga mengunggah video para balita yang tampak mengalami gangguan pernapasan karena asap kebakaran yang tak kunjung hilang.
Selain itu, istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori itu juga mengunggah video kondisi hewan-hewan yang meninggal dan sakit akibat kebakaran. Bersamaan dengan unggahan video itu, Umi Pipik menyentil para wakil rakyat termasuk Raffi Ahmad, Melly Goeslaw dan Mulan Jameela.
Umi Pipik minta para wakil rakyat sampaikan kondisi karhutla ke Presiden Prabowo karena kondisi sudah sangat mencekam. Ibu empat anak itu juga meminta agar presiden RI segera mengambil tindakan.
Diakui Umi Pipik, ia tidak tega melihat orang tua dan balita mengalami gangguan pernapasan dan kesakitan karena asap.
“Semoga di notice, Tolong dong karena Allah, teman2 ku sahabatku yg deket dengan presiden, yang ada di lingkungan kepresidenan @raffinagita1717 teh @melly_goeslaw @mulanjameela1.”
“Tolooooooong bangeeeet sampaikan ke beliau @prabowo. Segera ambil tindakan, sungguh ini sudah membahayakan masyarakat disana, kasihan anak-anak kecil ya allah, tolong manusiakan manusia bisa kan ya ya rabb,” tulis Umi Pipik.
Lebih lanjut, Umi Pipik juga menulis pesan menohok kepada Presiden Prabowo dan para pejabat terkait. Umi Pipik meminta agar penanganan Karhutla lebih dimaksimalkan agar kebakaran lekas padam.
“Sabar ya saudara2 ku disana sungguh tersayat hati lihat ini semua. Pak prabowo seandainya kucing kesayangan anda ada disana bagaimana apakah bapak akan segera bertindak? Jadilah kalian semua para pejabat orang yang pintar merasa (empati) bukan merasa pintar !!,” tulis Umi Pipik.
Di akhir kalimatnya, Umi Pipik minta para wakil rakyat sampaikan kondisi karhutla ke Presiden Prabowo. Ia juga meminta para artis termasuk Raffi Ahmad dan Mulan Jameela menggunakan jabatannya untuk menyuarakan masalah penting tersebut.
“Tolong wakil2 rakyat yang dipilih rakyat khususnya para artis gunakan jabatanmu kompak semua sampaikan hal ini ke presiden. Coba kalian sekali kali demo ke presiden untuk bicarakan soal kebakaran hutan ini,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membara di sejumlah wilayah. Representatif Manajer Rumah Zakat Kalbar Asrul Putra Nanda mengungkap tantangan para relawan dalam memadamkan api di Kalimantan.
“Permukaan tanah terkadang tampak aman, padahal di bawahnya masih terdapat bara api,” kata Asrul ketika dihubungi Kompas.com, Senin (12/10/2026).
Menurut Asrul, kebakaran di lahan gambut berbeda dengan kebakaran vegetasi biasa. Penyiraman dari permukaan terkadang belum cukup untuk mendinginkan lapisan gambut yang masih membara.
“Prinsipnya adalah memasukkan air ke bagian dalam tanah gambut agar lapisan yang menyimpan bara dapat dibasahi dan didinginkan, bukan hanya menyiram permukaan tanah,” jelas Asrul.
Lebih lanjut, Asrul mengungkap tantangannya dalam memadamkan api.
“Asap pekat dan kualitas udara yang buruk juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan serta kelelahan bagi para relawan. Perubahan arah angin juga berpotensi memperluas penyebaran api. Adapun kondisi cuaca kering membuat lahan lebih mudah terbakar kembali,” tambahnya.
“Selama api masih mengancam masyarakat, kami berupaya hadir bersama unsur penanganan bencana lainnya sesuai kebutuhan di lapangan. Bagi kami, ini bukan sekadar memadamkan api. Ada masyarakat yang harus dilindungi, rumah yang harus dijaga, dan udara yang harus kita perjuangkan agar kembali bersih,” pungkasnya.
