Gubernur Banten Andra Soni respons viral PMI di Riyadh yang nangis-nangis minta dipulangkan ke Indonesia

Gubernur Banten Andra Soni akhirnya merespons viralnya video seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Serang, Atilah, yang mengaku ditahan majikannya di Riyadh, Arab Saudi, selama 2 tahun 7 bulan.

Pemerintah Provinsi Banten langsung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mempercepat penanganan kasus tersebut dan mengupayakan kepulangan Atilah ke Indonesia.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (22/7), dengan melibatkan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten.

Dalam rapat tersebut, Andra Soni meminta seluruh pihak bergerak cepat memastikan kondisi Atilah sekaligus mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya di Arab Saudi.

“BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” kata Andra Soni.

Sebelumnya diberitakan, kasus Atilah menjadi sorotan publik setelah video dirinya menangis sambil meminta bantuan beredar luas di media sosial pada Selasa (21/7).

Dalam video tersebut, perempuan asal Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, itu mengaku tidak diizinkan pulang oleh majikannya di Riyadh meski telah bekerja selama 2 tahun 7 bulan.

Atilah juga mengaku gajinya ditahan dan saat ini sedang menderita sakit kelenjar. Di tengah kondisi kesehatannya yang memburuk, ia mengaku sangat merindukan anaknya yang masih kecil di Indonesia.

“Tolong saya Pak Gubernur, bantu saya. Saya punya anak kecil, mereka tidak mau mulangin saya. Saya sudah dua tahun tujuh bulan, Pak. Saya lagi sakit, saya mohon bantu saya pulang,” ujar Atilah dalam video yang viral.

Menanggapi laporan tersebut, Andra Soni mengatakan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Menurutnya, komunikasi dengan Atilah terus diupayakan melalui aplikasi WhatsApp meski dalam beberapa jam terakhir belum mendapat balasan.

Ia menjelaskan, komunikasi yang sempat terjalin sebelumnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memantau perkembangan kondisi Atilah sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Pemprov Banten memastikan akan terus bekerja sama dengan BP3MI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Luar Negeri, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi guna memperoleh kepastian mengenai kondisi Atilah dan mempercepat proses penanganan, termasuk upaya pemulangannya ke Tanah Air apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Kasus ini memicu perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menandai akun Instagram pribadi Andra Soni dan mendesak pemerintah segera turun tangan membantu Atilah.

Respons cepat Pemprov Banten pun diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi serta penanganan sehingga hak-hak Atilah sebagai pekerja migran Indonesia tetap terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *