Achmad Dimyati Wagub Banten bantah isu soal putrinya nonton konser K-Pop pakai APBN: Risya duitnya banyak

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah buka suara terkait isu putrinya Risya Azzahra Natakusumah, diduga membeli tiket konser K-Pop senilai Rp40 juta menggunakan dana APBD maupun APBN.

Dengan tegas Dimyati membantah isu terkait putri bungsunya yang akrab disapa Risya tersebut.

Dimyati juga menyebut, jika isu yang beredar ini masih simpang siur maka seharusnya publik bertanya kepada pembuat berita tersebut.

“Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Kalau simpang siur ya ngapain ditanggapi? Tanya tuh sama yang buat beritanya,” kata Dimyati di Serang, Minggu (2/8/2026).

Dimyati kembali menegaskan bahwa isu terkait putrinya itu tidaklah benar. Karena tidak mungkin ia dan keluarganya menggunakan anggaran pemerintah untuk kebutuhan pribadi seperti menonton konser.

“Enggak bener, pakai APBD saja engga mungkin apalagi APBN, secara logika kalau saya (menjabat) di pemerintah pusat juga enggak mungkin membiayai (anaknya konser).”

“Saya enggak setuju, ngapain nonton konser? Saya juga enggak terlalu suka,” tegas Dimyati.

Tak Larang Anak Nonton Konser Asal Pakai Uang Pribadi

Dimyati menuturkan, ia tak melarang anaknya untuk menonton konser jika itu memang menjadi hobi putri bungsunya itu.

Yang terpenting uang yang digunakan untuk membiayai tiket konser tersebut berasal dari uang pribadi anaknya.

“Tapi kalau anak saya suka (nonton konser), biarin. Mungkin itu hobinya, asal pakai duit sendiri,” ungkap Dimyati.

Wagub Banten itu menambahkan, selama ini ketiga anaknya telah hidup mandiri.

Anak sulungnya yang bernama Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, kini tinggal di Korea Selatan bersama suaminya.

“Rizka sudah di Korea sama suaminya, hidup mandiri,” ujarnya.

Kemudian anak keduanya Rizki Aulia Rahman Natakusumah, juga sudah menjabat sebagai anggota DPR RI. Rizki kini telah berkeluarga dan menikahi aktris sekaligus model Beby Tsabina.

Anak bungsunya, Risya Azzahra Natakusumah, juga telah mandiri dan menjadi pengusaha.

“Duitnya banyak, kalah bapaknya dibandingkan anaknya, anaknya sering bantu bapaknya, malah bukan bapaknya bantu anaknya,” imbuh Dimyati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *