Polisi mengungkap perkembangan terbaru terkait temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Sebanyak 996 benda menyerupai senjata ditemukan di sejumlah ruangan yayasan sekolah tersebut. Namun, polisi memastikan 995 di antaranya merupakan senjata angin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa temuan tersebut perlu diluruskan. Sebab, tidak seluruh benda yang ditemukan merupakan senjata api.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Satu pucuk merupakan senjata api jenis Fancy SPAS 15, kaliber 12 GA, sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan!” ujar Budi, Jumat (07/08).
Dari 995 senjata angin tersebut, polisi menemukan empat senapan angin, 215 pistol angin, dan 776 revolver angin. Seluruh senjata angin tersebut diketahui menggunakan kaliber 4,5 milimeter.
Temuan di sekolah tersebut ternyata tidak hanya berupa ratusan senjata angin dan satu senjata api. Polisi juga menemukan amunisi, aksesori senjata, serta alat yang diduga digunakan untuk membuat peluru.
Penyidik kemudian menemukan tiga airsoft gun dengan jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine. Selain itu, polisi mengamankan dua linting yang diduga ganja serta satu paket yang diduga sabu.
Barang lain yang turut ditemukan berupa VCD bermuatan pornografi. Benda tersebut ditemukan di ruangan yang sebelumnya digunakan mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
Polisi juga menemukan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan barang-barang tersebut. Seluruh temuan kini diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Keberadaan barang-barang tersebut diketahui setelah pihak yayasan membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan sekolah. Pembukaan ruangan dilakukan dengan pendampingan polisi karena pihak yayasan tidak memegang kuncinya.
Kuasa hukum yayasan menyebut ruangan tersebut sebelumnya berada dalam akses pengurus lama. Pihak yayasan kemudian menyerahkan seluruh barang yang ditemukan kepada penyidik.
Selain ruangan tersebut, keberadaan bunker bawah tanah di lingkungan sekolah juga sempat menjadi sorotan. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan keberadaan barang di dalamnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan polisi tidak menemukan barang bukti di dalam bunker tersebut. Pihak yayasan juga menyebut informasi sebelumnya mengenai bunker terjadi akibat miskomunikasi.
Kini, polisi masih mendalami asal-usul serta status kepemilikan seluruh barang yang ditemukan. Penyidik juga memeriksa dokumen untuk mencocokkannya dengan barang-barang yang diamankan.
