Krisis air bersih yang dipicu musim kemarau di Kabupaten Tangerang, Banten, tak hanya berdampak pada lima kecamatan yang mengalami kekeringan. Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi layanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah itu.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Rabu 22 Juli 2026. “Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga September 2026,” ujarnya.
Taufik mengatakan sejumlah desa dan kelurahan telah mengajukan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan warga. “Saat ini baru lima kecamatan yang mengalami krisis air bersih,” ujarnya.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Curug, Kecamatan Panongan, Kecamatan Legok, Kecamatan Jambe, dan Kecamatan Tigaraksa. Kelima kecamatan tersebut sebelumnya telah dipetakan oleh BPBD sebagai daerah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Salah satu fasilitas kesehatan yang ikut merasakan dampak krisis air bersih adalah Puskesmas Panongan. Pegawai puskesmas, Jainal Abidin, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan.
“Keterbatasan sumber air menjadi penyebab sulitnya memperoleh pasokan air bersih,” ucapnya. Menurut Jainal, selama ini pihaknya hanya mengandalkan sumber air sumur karena lingkungan sekitarnya mengalami kekeringan.
Untuk menunjang operasional, Puskesmas Panongan memerlukan sekitar 7.000 liter air bersih setiap hari. Ini diperlukan untuk menunjang pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan pasien hingga tindakan medis seperti persalinan.
“Kami saat ini terpaksa menghemat penggunaan air agar pelayanan tetap berjalan,” kata Jainal. “Air bersih sangat diperlukan untuk pelayanan kesehatan, terutama nanti untuk bersalin dan lain sebagainya.”
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Puskesmas Panongan. “Hal ini sesuai permintaan kepada kami,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi
Menurut dia, pihaknya akan kembali mendistribusikan air bersih apabila menerima permintaan lanjutan dari Puskesmas Panongan. “Kalau nanti kembali membutuhkan, akan dikomunikasikan kembali,” ujarnya.
Hadi menambahkan PMI siap menyalurkan bantuan air bersih apabila ada permintaan dari fasilitas kesehatan maupun permukiman warga terdampak. “Saat ini permintaan yang masuk baru dari dua kecamatan yaitu Mekar Baru dan Curug, dan kami siap melayani,” katanya.
