Menjadi putra musisi ternama Ahmad Dhani ternyata tak melulu membawa keuntungan bagi Dul Jaelani.
Di balik kemudahan yang didapat karena lahir di keluarga musisi, Dul mengaku ada konsekuensi yang harus ia terima hingga kini.
Adik Al Ghazali dan El Rumi itu bersyukur dibesarkan di lingkungan yang dekat dengan dunia musik.
Menurutnya, hal tersebut membuatnya memiliki banyak bekal untuk meniti karier sebagai musisi.
“Beruntungnya, alhamdulillah, gue dilahirkan di keluarga musisi gitu,” ungkapnya di kantor Tribun Network, kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (24/7/2026).
“Gue udah punya coach kalau soal itu,” tambahnya.
Namun di sisi lain, Dul mengakui statusnya sebagai anak Ahmad Dhani juga membawa beban tersendiri.
Ia merasa tak bisa lepas dari bayang-bayang sang ayah, terutama karena memilih jalur karier yang sama.
“Tapi ruginya gua jadi anak Ahmad Dhani gitu,” timpal Dul lagi.
Menurut Dul, perbandingan dengan Ahmad Dhani akan terus melekat sepanjang hidupnya. Ia pun menganggap hal tersebut sebagai bagian dari takdir yang harus diterima.
“Kenapa rugi? Karena akan selalu dibanding-bandingkan sampai tua. Dan itu takdir gua,” seloroh Dul.
“Dibanding-bandingin sama bokap,” tukasnya.
Beban tersebut bahkan sempat membuat Dul hampir goyah dalam menjalani karier di industri musik.
Ia mengaku pernah terpikir untuk beralih ke profesi lain yang dinilai memiliki penghasilan lebih stabil.
“Ada lima tahun lah gue goyah. Gue akuin goyah dengan godaan-godaan pekerjaan yang secara finansial lebih stabil gitu ya. Itu goyah banget,” aku Dul.
Kendati sempat goyah, bungsu dari tiga bersaudara itu memilih untuk bertahan dengan mimpinya.
“Tapi pada akhirnya, umur 25 nih enggak. Gue harus berjuang untuk apa yang gue impikan,” tutup Dul.
Peran Maia Estianty
Menurut putra ketiga Maia Estianty dari pernikahan dengan mantan suaminya, Ahmad Dhani, peranan kedua orang tuanya yang juga seorang musisi ini sangat besar bagi perjalanan kariernya.
“Dari Bokap (Dhani) Bokap referensinya gede banget, nyokap (Maia) juga,” beber Dul saat podcast di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.
Keinginan Dul Jaelani menjadi musisi ternyata berawal dari momen saat dirinya sering melihat sang ayah menciptakan sebuah lagu.
“Nggak tahu tiba-tiba gua satu momen gua lihat Nirvana gitu, gua lihat interview-interview-nya, just don’t give up gitu. Practice latihan tiap hari gitu, write bikin bikin bikin lagu sebanyak-banyaknya gitu,” aku Dul.
Atas hal itu Dul Jaelani pun mulai tertarik untuk belajar memainkan alat musik dan kerap tampil di acara-acara.
Saat itu Dul mengaku bermusik hanya sebatas hobi tanpa pernah dan tak memusingkan pandangan orang lain soal dirinya yang juga anak musisi besar Tanah Air.
“Gua main gitar main tuh gua di pensi-pensi, nggak dibayar. Nggak ada juga gua mikirin (dilihat sebagai anaknya Ahmad DhanI) gue pengin seneng-seneng doang, gue mulai bikin lagu,” tambahnya.
Hal itu pun menjadi titik awal Dul Jaelani berkarier sebagai musisi.
Kini kurang lebih 17 tahun, musisi pemilik nama asli Ahmad Abdul Qodir Jaelani ini berkecimpung di industri musik.
Siapa sangka belasan tahun meniti karier di panggung hiburan Dul pun pernah merasa jenuh.
Kini saat rasa jenuh itu kembali hadir, musisi 25 tahun itu mencoba membangkitkan semangatnya dengan mengingat lagi momen pertama kali dirinya terjun ke dunia musik.
“Akhirnya dari situ ya itu akhirnya setiap gua mau setiap kali gua menyerah gua selalu ingat momen gua megang gitar pertama kali,” tambahnya.
Kini seiring berjalannya waktu, Dul Jaelani pun mulai bertanggung jawab dengan kariernya.
“Ya, sekarang sudah mulai dewasa, udah mulai bertanggung jawab atas diri sendiri kadang Bokap kan jauh gitu kan ya. Harus cari referensi sendiri gitu, disiplin nggak lu,” pungkasnya.
