Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi memulai rekonstruksi dua ruas jalan strategis di kawasan utara, yakni Jalan Cadas–Sepatan–Jati dan Jalan Gardu–Tanah Merah.
Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Pelaksanaan proyek diawali dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di lokasi pekerjaan pada Rabu (29/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi anggota DPRD Provinsi Banten, DPRD Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), para camat, Forkopimcam, serta kepala desa di wilayah terdampak.
Usai seremoni, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang menyambut positif dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut.
Maesyal mengatakan, rekonstruksi jalan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai langsung perbaikan jalan yang seluruh proses tendernya telah selesai. Pengerjaan dilakukan secara bertahap karena anggaran daerah juga harus dibagi untuk sektor prioritas lain seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Maesyal.
Ia berharap keberadaan jalan yang lebih baik dapat memperlancar arus lalu lintas, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, kedua ruas jalan akan dibangun menggunakan konstruksi beton setebal 30 sentimeter dengan mutu beton Fs 45 MPa.
Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung mulai 27 Juli hingga 23 Desember 2026.
Pemkab Tangerang menargetkan proyek tersebut selesai sesuai jadwal sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Kabupaten Tangerang.
