Viral! Lurah Syerly ejek warga, pernah didemo karena tak peduli, klarifikasi tapi tidak meminta maaf

Sosok Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Syerly, kembali menjadi perhatian publik setelah video yang diduga memperlihatkan dirinya melontarkan sindiran kepada warga viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima keluhan masyarakat terkait persoalan keamanan di lingkungan mereka.

Di tengah penyampaian aspirasi tersebut, Syerly yang turut mendampingi kunjungan justru diduga mengeluarkan celetukan bernada meremehkan.

“Ciyee curhat dia bahh,” ucap Syerly dengan nada santai di tengah situasi penyampaian keluhan serius mengenai keamanan warga.

Ucapan itu memicu beragam reaksi dari masyarakat dan membuat nama Syerly menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.

Namun, polemik yang menyeret nama Syerly ternyata bukan kali pertama terjadi selama menjabat sebagai Lurah Paya Pasir.

Sebelum video tersebut viral, Syerly diketahui pernah menjadi sasaran aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga di wilayahnya sendiri pada Desember 2025.

Kala itu, puluhan warga yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga mendatangi Kantor Camat Medan Marelan pada Selasa (9/12/2025) untuk menyampaikan tuntutan mereka.

aksi spontan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Syerly yang dinilai kurang peduli terhadap warga terdampak banjir di Kelurahan Paya Pasir.

Dalam aksi tersebut, warga membawa karton berisi berbagai tuntutan dan mendesak agar persoalan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah kecamatan.

Massa juga meminta Camat Medan Marelan, Zulkifly Pulungan, memberikan rekomendasi pencopotan Syerly dari jabatannya sebagai lurah.

Tuntutan itu muncul karena Syerly dinilai kurang aktif menjalankan tugas dan disebut jarang berada di kantor kelurahan.

Ironisnya, Syerly sendiri merupakan warga Kelurahan Paya Pasir sehingga masyarakat berharap ia lebih memahami dan responsif terhadap persoalan yang dihadapi warganya.

Rentetan peristiwa tersebut kini kembali menjadi sorotan publik seiring viralnya dugaan sikap Syerly yang dianggap tidak menghargai keluhan masyarakat saat mendampingi kunjungan Wali Kota Medan.

“Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah tidak hadir.”

“Bahkan, sewaktu saya datangi, lurah malah marah sembari mengancam tidak akan ada lagi bantuan yang diberikan ke warga lingkungan kami.”

“Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja,” ujar Syahdan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir.

Camat Medan Marelan, Zulkifly Pulungan pun turut menanggapi aksi demo warga.

Ia mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan warganya.

“Saya menerima kehadiran dan aspirasi dari para warga Paya Pasir. Intinya, aspirasi warga akan saya catat terkait Lurah yang kurang aktif.”

“Akan saya tegur dan coba saya bina. Apabila tidak berubah, maka akan saya laporkan langsung pada atasannya,” ucap dia.

Diduga Ejek Warga

Belum genap setahun sejak aksi demonstrasi tersebut, Syerly kembali menjadi sorotan publik.

Tepatnya saat ia mendampingi Wali Kota Medan, Rico Waas melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke kawasan Jalan Paya Pasir, sekitar kawasan wisata Danau Siombak.

Kedatangan Rico Waas dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan berbagai persoalan pelik yang selama ini mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Satu di antaranya saat seorang warga bernama Ulfa yang secara langsung menyampaikan keluhannya mengenai maraknya aksi kriminalitas dan minimnya fasilitas umum.

Ia berani maju melaporkan situasi keamanan di wilayahnya yang dinilai sangat mengkhawatirkan.

Ulfa secara blak-blakan mengadukan minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang membuat kawasan tersebut menjadi sangat gelap gulita pada malam hari.

Tidak hanya mengeluh, warga tersebut juga mengungkapkan fakta, dirinya terpaksa merogoh kocek pribadi demi memasang empat titik lampu penerangan secara swadaya.

Namun, di tengah keseriusan warga menyampaikan aspirasi dan laporan krusial tersebut di hadapan orang nomor satu di Medan itu, justru dijawab Lurah Syerly dengan nada menyindir.

“Ciyee curhat dia bahh,” ucap Lurah Syerly.

Seluruh momen interaksi ini terekam jelas oleh kamera dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Sikap sang lurah itu langsung menuai kecaman keras dari warganet.

Banyak pihak menilai respons tersebut sangat tidak etis, arogan, dan menunjukkan minimnya empati dari seorang pelayan publik terhadap persoalan keselamatan warganya sendiri.

Klarifikasi Syerly, Ngaku Cuma Spontan

Usai viral, Syerly akhirnya buka suara sembari menegaskan ucapan tersebut sama sekali tidak bermaksud menyindir ataupun merendahkan warga.

Menurutnya, kalimat itu terlontar secara spontan karena dirinya sudah lama mengenal warga tersebut.

“Memang spontan saja. Saya bilang ‘Cie, curhat nih’. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali.”

“Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Rico Waas meninjau proyek pengecoran Jalan Tapaneka pada 22 Juli 2026.

Saat rombongan hendak meninggalkan lokasi, Ulfa menghampiri wali kota untuk meminta penambahan lampu penerangan jalan (LPJU) karena kawasan tersebut dinilai sepi pada malam hari.

Menurut Syerly, permintaan itu bukan hal baru. Kelurahan Paya Pasir bahkan telah mengusulkan pemasangan LPJU kepada Dinas Perhubungan sejak sekitar satu tahun lalu.

“Permohonan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Waktu itu memang ada program pendataan titik lampu jalan. Selain itu, laporan juga kami masukkan melalui program Sapa di kecamatan,” katanya.

Syerly membenarkan, selama ini lampu di sekitar rumah Ulfa dipasang menggunakan dana pribadi warga tersebut.

Karena mengetahui kondisi itu, ia mengaku tidak heran ketika Ulfa menyampaikan langsung keluhannya kepada wali kota.

“Sebelum Pak Wali datang pun dia sudah cerita sama saya kalau lampu itu dipasang pakai uang pribadinya. Saya tahu kondisinya, makanya ketika dia menyampaikan ke Pak Wali, saya spontan bilang ‘Cie, curhat nih’,” ucapnya.

Ia juga membantah tudingan yang menyebut dirinya mengucapkan kalimat “Cie, curhat nih bah” sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya tidak bilang ‘bah’. Yang saya ucapkan hanya ‘Cie, curhat nih ye’. Mungkin karena angin atau kualitas rekaman, terdengar berbeda,” katanya.

Syerly mengungkapkan kawasan Jalan Tapaneka memang minim permukiman sehingga suasananya cenderung sepi pada malam hari. Di sepanjang ruas jalan tersebut, kata dia, hanya terdapat beberapa rumah warga, gudang, kawasan perusahaan, dan tambak.

“Makanya warga memang membutuhkan penerangan jalan karena kondisi di sana cukup sunyi,” ujarnya.

tangerangactivity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *