Dedi Mulyadi Desak Nakes yang Diduga Menghina Pasien BPJS Diberi Sanksi

Kasus pasien BPJS bernama Yurizal yang mengeluhkan harus menunggu ruang perawatan selama delapan jam kembali menjadi sorotan.

Kali ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Wali Kota Tasikmalaya menjatuhkan sanksi kepada tenaga kesehatan apabila terbukti melontarkan ucapan yang tidak pantas kepada pasien tersebut.

Dedi menilai tenaga kesehatan sebagai pelayan publik harus menjaga sikap dan tutur kata, terlebih jika berhadapan dengan pasien maupun keluarganya. Ia juga menegaskan dugaan pelanggaran tersebut harus diproses sesuai aturan yang berlaku melalui pemerintah daerah yang memiliki kewenangan.

“Artinya di bawah kewenangan wali kota. Nanti saya minta wali kota memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku ya,” kata Dedi.

“Jadi tidak boleh namanya pelayan kemudian menyampaikan perkataan yang tidak pantas, apalagi pada pasien yang meninggal,” lanjutnya.

Peristiwa ini bermula dari unggahan Yurizal di Threads pada 22 Juli 2026. Saat itu, ia mengaku telah menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan saat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal dalam unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian ramai dibahas warganet. Di kolom komentar, muncul sejumlah akun yang diduga berasal dari tenaga kesehatan dan menuai kecaman karena dianggap tidak menunjukkan empati kepada pasien.

Salah satu komentar yang menjadi sorotan adalah milik NZ, ia diduga memiliki keterkaitan dengan RSUD Tasikmalaya.

“Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn diistimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional… boleh gue bilang sesuatu? LO G*BL*K BANYAK BAC*T.” tulis akun tersebut.

Komentar lain yang juga menuai kritik diduga berasal dari seorang dokter, “PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? haven’t some brain cells,” tulis akun tersebut.

Sementara akun lain yang diduga milik seorang perawat menuliskan, “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan.”

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia.

Warganet kemudian mendesak pihak terkait menyampaikan permintaan maaf, sementara unggahan-unggahan terakhir Yurizal di media sosial kembali ramai dibicarakan dan dianggap sebagai pesan terakhir sebelum kepergiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *