Posisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang hingga kini masih belum terisi setelah Rusdi Alam meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026).
Untuk mengisi posisi tersebut, DPD Partai Golkar Kota Tangerang telah membuka proses seleksi calon pengganti antar waktu (PAW). Sebanyak enam nama tercatat mengikuti proses penjaringan untuk memperebutkan posisi tersebut.
Keenam calon yang masuk dalam bursa yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa, dan Kamaludin Saiful Milah.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Zamaludin, mengatakan proses seleksi akan mempertimbangkan sejumlah aspek. Calon yang dipilih diharapkan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai, serta mempertimbangkan faktor senioritas.
Selain itu, Partai Golkar juga akan melihat kriteria prestasi, dedikasi, loyalitas, serta rekam jejak yang tidak tercela dalam menentukan calon Ketua DPRD Kota Tangerang.
“Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing,” kata Zamaludin melalui keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Dijelaskan Zamaludin, tim seleksi akan menyaring tiga nama yang akan diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Zamaludin yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tangerang mengaku siap bila partai besutan Bahlil Lahadalia mempercayainya menggantikan almarhum Rusdi Alam.
Menurutnya, keikutsertaan pada bursa calon Ketua DPRD karena memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan kerja kelembagaan DPRD.
“Saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD,” katanya lagi.
Siap bersaing dengan sehat Menurutnya, pengalaman yang selama ini dimiliki menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil sikap untuk mengikuti proses seleksi. Sebab, lanjutnya, Ketua DPRD nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif secara kelembagaan.
“Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD,” katanya.
Namun, keputusan siapa yang berhak dan pantas menjadi Ketua DPRD tetap menjadi kewenangan partai melalui mekanisme yang telah ditentukan.
Zamaludin menegaskan siap bersaing secara sehat dengan lima kader lainnya yang juga masuk dalam bursa. “Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang,” tanda dia.
Terpisah, pengamat politik Kota Tangerang, Imron Hamami, menilai pengalaman dan jam terbang legislatif menjadi nilai tambah bagi Zamaludin untuk bersaing.
“Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan, dan menjaga hubungan kelembagaan,” kata Imron.
