Kalimantan Mulai Diselimuti Asap, Karhutla Kembali Meningkat

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan titik sumber asap dan mulai berdampak terhadap kualitas udara masyarakat.

Berdasarkan pemantauan Greenpeace pada 11 hingga 16 Agustus, terdapat 592 titik sumber asap karhutla di Kalimantan. Sebanyak 455 titik di antaranya berada pada kawasan gambut yang rentan terbakar ketika kondisi mengering.

Sebaran titik tersebut mencakup Kalimantan Barat dengan 322 titik, Kalimantan Tengah 181 titik, dan Kalimantan Selatan 86 titik. Asap dari kebakaran bahkan dilaporkan bergerak melintasi perbatasan hingga mencapai Serawak, Malaysia.

Kondisi karhutla juga terlihat di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya. BPBD setempat mencatat ratusan kejadian kebakaran lahan selama periode Juni hingga pertengahan Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Heri Pauzi, menyampaikan data terbaru terkait kejadian tersebut.

“Selama periode 1 Juni sampai 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261,41 hektare.” kata Heri.

Data BPBD menunjukkan Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni mencapai 188 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Sabangau mencatat 68 kejadian, Pahandut 25 kejadian, dan Bukit Batu delapan kejadian.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tim gabungan berhasil memadamkan karhutla yang membakar lahan seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan.

Kepala Pelaksana BPBD Penajam Paser Utara, Nurlaila, menjelaskan kondisi material yang terbakar dalam kejadian tersebut.

“Material yang terbakar merupakan jenis mineral dengan semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu.” ungkap Nurlaila.

Pemadaman di lokasi berlangsung sejak Rabu siang hingga Kamis pagi. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendinginan karena ditemukan bara serta sejumlah titik asap setelah api dipadamkan.

Di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pemerintah daerah bahkan memperpanjang status tanggap darurat karhutla. Status tersebut berlaku mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026 karena kejadian dan titik panas kembali meningkat.

Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Barat per 18 Agustus, tercatat 189 kejadian karhutla. Luas lahan yang terbakar mencapai 859,490 hektare dengan 461 titik panas terdeteksi.

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, mengatakan peningkatan karhutla menjadi alasan pemerintah memperpanjang status tanggap darurat. Ia menyebut kondisi tersebut masih terkendali, tetapi penanganan tetap diperkuat.

“Kejadian karhutla dan titik panas (hot spot) di daerah kita kembali meningkat. Saat ini luas lahan terbakar akibat Karhutla mencapai 859,490 hektar. Untuk kejadian sebanyak 189 dan titik panas 461.” ujar Nurhidayah.

Meluasnya karhutla membuat kabut asap kembali menjadi perhatian karena dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pemerintah bersama petugas gabungan terus melakukan pemadaman, patroli, pencegahan, serta mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *