Penyu di Raja Ampat Diduga Dibunuh WNA China, Prilly Latuconsina Murka

Selebritas sekaligus rescue diver internasional, Prilly Latuconsina, mengungkapkan kemarahannya setelah menyaksikan video yang memperlihatkan seorang instruktur selam warga negara asing (WNA) diduga menembak seekor penyu di Raja Ampat, Papua. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dianggap remeh karena penyu termasuk satwa yang dilindungi.

Dalam rekaman yang dibagikan Prilly Latuconsina, seorang penyelam WNA asal China terlihat mengarahkan speargun ke seekor penyu dari jarak dekat. Speargun merupakan alat yang digunakan untuk menangkap hewan di bawah laut dan berbeda dari senjata api konvensional.

Video tersebut juga menampilkan penyu yang diduga ditembak kemudian diolah menjadi hidangan makanan. Melihat rekaman itu, Prilly Latuconsina mengaku merasa geram dan mengecam dugaan tindakan terhadap satwa dilindungi tersebut.

“Melihat postingan ini benar-benar membuat aku marah,” tegas Prilly Latuconsina, dikutip dari akun media sosial miliknya, Selasa (15/9/2026).

Prilly Latuconsina Minta Pelaku Diproses Hukum

Prilly Latuconsina menilai tindakan membunuh dan mengonsumsi penyu tidak dapat dinormalisasi. Ia menegaskan, penyu termasuk satwa yang dilindungi.

“Penyu adalah satwa yang dilindungi. Membunuh dan mengonsumsinya bukan sesuatu yang dianggap sepele apalagi dinormalisasi,” jelasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan pembunuhan penyu tersebut. Ia menilai pelaku seharusnya tidak lagi diperbolehkan melakukan aktivitas menyelam.

“Tindakan ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang, dan menurut aku, pelakunya juga sudah seharusnya di-blacklist dari aktivitas diving!!!,” tambahnya.

Prilly Latuconsina Soroti Perlindungan Laut Raja Ampat

Prilly Latuconsina juga menyampaikan kritik terhadap perilaku penyelam yang tidak menghormati kehidupan laut. Menurutnya, akses terhadap laut harus disertai tanggung jawab untuk menjaga ekosistem dan satwa di dalamnya.

“You don’t deserves access to the ocean if you can not respect the life wthin itu,” tutupnya dalam bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *