Siswa SD di Banten Seberangi Sungai demi Berangkat ke Sekolah

Sejumlah siswa SDN Padahayu 2, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa menyeberangi sungai setiap hari untuk berangkat ke sekolah setelah jembatan penghubung menuju kampung mereka putus. Saat debit sungai meluap, para siswa tidak bisa menyeberang sehingga terpaksa absen dari sekolah dan hanya mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Salah seorang siswa, Nisa, mengatakan sudah menyeberangi sungai setiap hari sejak duduk di kelas II SD. Kini, saat duduk di kelas IV, ia masih harus melalui jalur yang sama karena belum ada jembatan pengganti.

Menurut Nisa, sebelumnya sempat ada jembatan bambu. Namun, jembatan tersebut hanyut terbawa arus sungai.

“Tiap hari nyeberang, pulang pergi, bareng teman-teman,” kata Nisa di SDN Padahayu 2, Jumat (24/7/2026).

Jalur menyeberangi sungai menjadi akses tercepat dari Kampung Cingenge menuju SDN Padahayu 2 dengan jarak sekitar 500 meter. Sebenarnya, terdapat jalur lain yang dapat dilalui, tetapi harus memutar lebih dari lima kilometer dengan kondisi jalan yang rusak.

Nisa mengaku tidak memiliki pilihan menggunakan jalur tersebut karena tinggal bersama neneknya dan tidak ada yang bisa mengantarnya ke sekolah. Saat musim hujan, sungai kerap meluap sehingga tidak dapat diseberangi. “Enggak ke sekolah, nanti dikasih tugas sama guru,” ujar Nisa. Setiap hari, Nisa menyeberangi sungai bersama enam siswa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *