Seorang perempuan berusia 39 tahun meninggal dunia setelah mengunjungi wahana rumah hantu di Tulungagung, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/07) sore dan kini masih didalami pihak kepolisian.
Korban berinisial BNW datang sebagai pengunjung wahana yang berada di area parkir sebuah pusat perbelanjaan. Beberapa saat setelah masuk, korban terlihat keluar dengan kondisi tubuh yang melemah.
Korban kemudian duduk di kursi yang berada di sekitar pintu keluar wahana. Tidak lama kemudian, ia kembali berdiri sebelum akhirnya mendadak ambruk.
Petugas keamanan bersama pengunjung lain langsung memberikan pertolongan. Korban selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Pamapta Polres Tulungagung, Ipda Hendra Endy Purwanto, mengungkapkan kondisi korban saat kejadian.
“Korban sempat berdiri dari kursi, kemudian tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Korban sempat ditolong petugas keamanan dan pengunjung lain,” ujar Hendra.
Meski telah mendapat penanganan, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Polisi bersama tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pemeriksaan awal pada jenazah menemukan luka di bagian pelipis kiri serta satu gigi yang patah. Luka tersebut diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh.
Sementara itu, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan. Untuk kepentingan proses tersebut, wahana rumah hantu juga ditutup sementara dan dipasangi garis polisi.
Pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat hipertensi. Saat menjalankan ibadah haji, korban beberapa kali dikabarkan pingsan akibat tekanan darahnya meningkat.
Sepulang dari Tanah Suci, korban juga disebut mudah terkejut ketika mendengar suara keras. Kondisi itu membuat jantung korban sering berdebar sehingga menjadi perhatian keluarga.
Keterangan dari pihak keluarga kini turut menjadi bahan pendalaman penyidik. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
