Audi Marissa dan Anthony Xie Sepakat Cerai, Anak Akan Tinggal Bersama Ayah

Aktris Audi Marissa resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Anthony Xie, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di tengah proses perceraian tersebut, keduanya disebut telah mencapai kesepakatan mengenai masa depan putra mereka, Anzel Maverick Xie.

Salah satu kesepakatan yang dibuat berkaitan dengan tempat tinggal sang anak setelah keduanya berpisah. Meski dalam perkara anak di bawah umur hak pengasuhan umumnya diberikan kepada ibu, Audi Marissa dan Anthony Xie justru sepakat agar putra mereka tinggal bersama sang ayah.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari keputusan keduanya dalam menentukan pengasuhan Anzel di tengah proses perceraian yang sedang berjalan.

“Ya, hak asuh ada di Anthony. Termasuk kesepakatan. Sudah sepakat sama-sama anak diasuh sama Anthony,” kata kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).

Rendi Rumapea menambahkan keputusan ini diambil murni berdasarkan kesepakatan tanpa ada paksaan. Salah satu pertimbangan yang muncul berkaitan dengan aktivitas pekerjaan dan kesibukan Audi Marissa sebagai penggugat. Meskipun begitu, Anthony Xie tidak akan membatasi akses untuk pertemuan antara ibu dan anak.

“Atas kesepakatan bersama. Jadi, anak diasuh sama bapaknya. Mungkin karena kesibukan atau hal yang lain ya. Pada intinya anak diasuh ke bapaknya, Anthony. Akses penuhnya dikasih ke Audi juga,” jelasnya.

Keputusan bercerai ini diklaim bukan merupakan tindakan yang tergesa-gesa. Rendi Rumapea menjelaskan sebelum berkas gugatan masuk ke meja hijau, Audi Marissa dan Anthony Xie sudah melakukan pembicaraan mendalam. Keduanya bahkan telah mencapai beberapa kesepakatan tertulis agar proses perpisahan berjalan tanpa drama yang berlarut-larut.

“Memang antara Audi dan Anthony sebelum adanya gugatan cerai sudah membuat kesepakatan di mana mereka akan bercerai dengan secara baik-baik, seperti itu,” jelas Rendi Rumapea.

Sidang perdana perceraian ini dijadwalkan akan digelar pada Kamis (3/9/2026) mendatang dengan agenda mediasi. Pihak pengadilan mengharapkan kedua belah pihak dapat hadir secara langsung sebagai prinsipal dalam persidangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *