Nama Ustaz Riza Muhammad tengah menjadi perhatian publik. Pendakwah tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah mengungkap bahwa dirinya memiliki puluhan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja dan tinggal di kediamannya.
Belum lama ini, Ustaz Riza bahkan membawa istri serta sejumlah ART ke salah satu stasiun televisi untuk membuktikan pernyataannya yang sebelumnya viral di media sosial.
Momen tersebut terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @lambegosiip. Dalam tayangan itu, Ustaz Riza Muhammad hadir sebagai bintang tamu bersama sang istri, Indri Giana, serta 30 ART yang mengenakan pakaian serba biru.
“Ustadz Riza Ngaku Punya 30 ART. Kini Buktikan Ucapannya Dengan Tunjukkan Beberapa ARTnya di TV,” tulis akun @lambegosiip dalam keterangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Riza menjelaskan bahwa rumah yang ditempatinya bersama keluarga juga menjadi tempat tinggal bagi sejumlah pekerja. Mereka terdiri dari ART maupun karyawan yang membantu berbagai aktivitasnya.
Ketika ditanya mengenai jumlah orang yang bekerja sekaligus tinggal di lingkungan rumahnya, Riza menyebut jumlahnya mencapai sekitar 50 orang.
“Kurang lebih sekarang ada 50-an,” ungkap Ustaz Riza dikutip TribunStyle.com dari YouTube TRANS TV Official.
Namun, Indri Giana meluruskan bahwa tidak semua orang yang tinggal di rumah tersebut berstatus sebagai ART. Sebagian lainnya merupakan karyawan yang membantu berbagai keperluan, termasuk kegiatan safari dakwah.
“Sama pegawai juga, sama pegawai yang untuk safari dakwah. Jadi bukan semua ART, tapi seluruh karyawan,” timpal Indri.
Riza kemudian menjelaskan bahwa jumlah ART memang lebih banyak dibandingkan karyawan lainnya. Bahkan, sebagian besar ART tersebut tinggal di rumah miliknya.
“Tapi paling banyak ART, karyawan cuma berapa orang, selebihnya di rumah,” ucap Ustaz Riza.
Pernah Tak Mampu Bayar Listrik
Jauh sebelum kisah mengenai 30 ART menjadi sorotan, Ustaz Riza Muhammad juga pernah menceritakan pengalaman ketika dirinya kesulitan membayar tagihan listrik.
Saat itu, ia memperlihatkan surat pemberitahuan dari PLN yang berisi peringatan hingga rencana pemutusan aliran listrik karena adanya keterlambatan pembayaran.
Riza mengaku keberatan dengan cara penyampaian pemberitahuan tersebut. Ia merasa seolah mendapatkan ancaman pemutusan listrik. Menurutnya, jika pelanggan diberikan pemberitahuan secara baik serta tenggat waktu yang cukup, dirinya tetap akan berusaha menyelesaikan tagihan.
Kondisi tersebut terjadi ketika pandemi Covid-19. Riza mengaku pekerjaannya saat itu tidak menentu sehingga pemasukan yang diperolehnya juga tidak pasti.
“Saya tidak pernah ngadat dalam bayar PLN, jadi setiap beberapa hari sekali saya pasti terima surat peringatan plus pemutusan. Bayangkan, covid-19, situasi kerja nggak nentu di mana masyarakat betul-betul menerime kebijakan.
Berapa kali petugas datang dengan kata bila hari ini tidak bayar maka akan diputus itu ancaman bagi saya. Kalau memang mereka datang untuk kasih waktu dan peringatan pasti kita terima, karena pasti kita akan membayar.
Kalimat-kalimat kalau tidak bayar akan diputus itu menurut saya nggak bijak ya, karena setiap masyarakat punya hak,” terang sang ustaz, dikutip dari kanal Youtube Net Entertainment News.
Petugas PLN yang hadir dalam kesempatan tersebut kemudian memberikan penjelasan. Ia menyebut langkah yang dilakukan PLN telah mengikuti prosedur perusahaan terkait keterlambatan pembayaran pelanggan.
“Ketika, pelanggan tidak melakukan pembayaraan sampai masa waktu pembayaran di aturan kami jelas. Selain kena denda keterlambatan itu PLN dari pihak pertama sudah berhak melakukan pemutusan sementara. Ketika pelanggan sudah membayarkan maka akan dilakukan pembayaran kembali,” ujar petugas PLN.
Indri Giana pun mengaku khawatir apabila listrik di rumah mereka sampai diputus. Ia akhirnya berusaha mencari dana untuk melunasi tagihan listrik yang disebut mencapai Rp5 juta.
“Jadi saya akan bayar ya mas hari ini, entah uang dari mana, yang jelas kita lunasi hari ini, nanti kedepannya kita nggak akan telat lagi,” ujar Indri.
Peristiwa tersebut membuat Ustaz Riza Muhammad merasa terpukul hingga menangis. Ia mengaku malu karena sebelumnya tidak pernah mengalami kondisi sampai terlambat membayar listrik.
“Saya nggak tahu hikmah di balik semua ini apa,saya malu banget saya malu banget. Saya belum pernah yang seperti ini, saya belum pernah yang nggak bayar listrik tu nggak pernah,” terangnya.
Rasa kesal tersebut bahkan membuat Riza meminta PLN tidak segan memutus aliran listrik apabila dirinya kembali terlambat membayar.
“Makanya selanjutnya kalau mau diputus di putus ajalah, dari pada ditagih seperti saya punya utang berbulan-bulan nggak bayar, padahal baru baru telat beberapa hari aja,” pungkasnya.
