Penyebab Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkomdigi Terungkap,Unggahan Terakhir sang Artis Disorot

Penyebab Raline Shah mundur dari Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital jadi sorotan.

Raline Shah pun mengungkap alasan mundur dari Stafsus Menkomdigi.

Sang artis mengaku bersyukur pernah mengabdi pada negara.

Raline Shah mengungkapkan rasa terima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid atas kepercayaan serta peluang yang telah diberikan kepadanya selama menjalankan tugas.

Menurut Raline, kesempatan untuk berkontribusi di lingkungan pemerintahan menjadi pengalaman berharga yang turut membentuk perjalanan karier profesionalnya.

“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengabdi. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, dan saya merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya,” kata Raline.

Raline menjelaskan bahwa keputusannya untuk mengundurkan diri telah melalui pertimbangan matang, terutama terkait berbagai tanggung jawab pribadi dan profesional yang semakin berkembang, termasuk rencana melanjutkan karier di dunia hiburan.

Walaupun tidak lagi menduduki posisi staf khusus, Raline tetap mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Ia juga menghargai kesempatan untuk ikut berkontribusi bagi kementerian, khususnya dalam mendukung program transformasi digital di Indonesia.

Kontribusi Raline Selama Bertugas di Komdigi

Ketika menjabat sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline turut mengambil peran dalam memperluas kerja sama internasional serta meningkatkan pemahaman dan literasi digital masyarakat Indonesia.

Selama menjalankan tugasnya, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif yang berfokus pada keamanan di ruang digital, termasuk upaya memperkuat perlindungan anak saat beraktivitas di internet.

Salah satu agenda kebijakan kementerian pada periode tersebut adalah penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik untuk melindungi anak.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan keamanan anak ketika mengakses berbagai layanan maupun platform digital.

Menkomdigi Meutya Hafid juga menyampaikan penghargaan atas peran dan kontribusi Raline selama menjalankan tanggung jawabnya di kementerian.

Menkomdigi, Akui Bersyukur Pernah Mengabdi pada Negara

“Kami mengapresiasi kontribusi Raline selama menjalankan tugasnya di Kementerian dan menghormati keputusannya untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya. Kami tetap berterima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia,” ujar Meutya dalam keterangan pers yang sama.

Meutya turut menyampaikan bahwa Raline akan membantu kelancaran peralihan tugas serta mendukung penyelesaian sejumlah program yang masih berlangsung di lingkungan Komdigi.

Keputusan Raline untuk mengundurkan diri secara resmi mulai berlaku pada 13 Oktober 2026.

Setelah meninggalkan jabatan tersebut, Raline akan kembali melanjutkan aktivitas profesionalnya dengan berbagai kesibukan yang dimiliki.

Di sisi lain, unggahannya mengenai kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan juga kembali mengangkat isu lingkungan yang kerap menjadi persoalan berulang saat musim kemarau.

Di tengah berita mengenai pengunduran dirinya, Raline Shah turut menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan melalui Instagram Story di akun pribadinya, @ralineshah.

Dalam unggahan tersebut, Raline membagikan kembali konten dari akun lain yang membahas kebakaran lahan serta kabut asap berbahaya yang kerap muncul berulang kali setiap musim kemarau.

Konten yang dibagikan itu juga menekankan perlunya penelusuran lebih lanjut terhadap penyebab kebakaran.

Persoalan tersebut dinilai tidak cukup hanya dikaitkan dengan aktivitas petani kecil, tetapi juga perlu ditelusuri di kawasan konsesi milik perusahaan.

“Year after year, the dry season brings the same toxic haze. Officials blame small farmers, but satellite maps show the fires actually start inside corporate lands, making locals an easy scapegoat,” demikian tulisan dalam gambar yang dibagikan Raline.

Dengan demikian, kabut asap beracun kembali muncul sebagai masalah yang berulang setiap kali musim kemarau tiba.

Konten tersebut juga menyoroti anggapan bahwa petani kecil kerap menjadi pihak yang disalahkan atas kebakaran hutan dan lahan. Padahal, berdasarkan peta satelit yang ditampilkan, sejumlah titik kebakaran disebut berada di kawasan konsesi perusahaan.

Dalam gambar yang dibagikan itu, Global Forest Watch dan CIFOR turut dicantumkan sebagai sumber informasi, disertai keterangan mengenai titik panas yang terdeteksi di area konsesi perusahaan di Kalimantan.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa unggahan tersebut merupakan konten yang dibagikan ulang oleh Raline Shah, bukan pernyataan yang dibuatnya secara langsung.

Hingga kini, belum ada penjelasan langsung dari Raline mengenai maksud unggahan tersebut maupun kaitannya dengan keputusan untuk mengundurkan diri dari posisi staf khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *