Konflik Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kali ini, sosok Artos ikut menjadi sorotan setelah menggelar sayembara dengan hadiah fantastis Rp50 juta untuk membuktikan keaslian video call yang menyeret nama Ruben Onsu.
Artos menegaskan rekaman video call tersebut bukan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), seperti yang menjadi perbincangan di media sosial.
Melalui Instagram Story akun @artosolla3, Artos bahkan menantang warganet untuk membuktikan bahwa video tersebut merupakan hasil editan atau manipulasi AI.
Tak tanggung-tanggung, ia menyiapkan uang Rp50 juta bagi siapa pun yang mampu membuktikan klaim tersebut.
“Yg bisa buktiin video itu editan atau AI apalah wkwk, gw bukan orang kaya tp sumpah kalo ada yg bisa membuktikan itu pulsa, gw relain 50 juta buat hadiah ke yg membuktikan,” tulis Artos.
Pernyataan tersebut langsung menambah panjang polemik video call Ruben Onsu yang belakangan menjadi perbincangan publik.
Artos juga menyampaikan pesan kepada warganet agar lebih bijak dalam menyikapi persoalan yang berkembang di media sosial.
“Udah 2026 masih aja mau dibodohin sama bancalank!!
Ingat sayang, kalian gak harus suka sama aku, tapi kalau soal pelakor, tukang tipu, tukang fitnah, munafik, pembohong publik, lagi bete yg suka ngincar pasangan orang bahkan suami orang. Itu kalian benarkan kah?” pungkasnya.
Meski menggelar sayembara, pernyataan Artos tersebut merupakan klaim pribadinya. Keaslian rekaman video call itu tetap perlu dinilai berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi.
Artos Jamin Video Call Ruben Onsu Asli
Sebelumnya, sosok pria berinisial Y yang disebut berada dalam video call bersama Ruben Onsu akhirnya muncul ke publik.
Artos mendampingi Y dan menegaskan bahwa rekaman yang dibagikan Sarwendah tersebut merupakan video asli, bukan hasil manipulasi.
Di tengah berbagai tuduhan yang beredar, Y juga membantah dugaan bahwa dirinya dan Artos menerima bayaran atau suap untuk menjatuhkan Ruben Onsu.
“Di situ dia gak kena, tapi aku bisa menjamin 100 persen rekaman itu asli,” kata Artos yang mendampingi Y, dikutip dari akun TikTok.
Artos turut membantah tudingan bahwa mereka sengaja dibayar untuk memperkeruh konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
“Banyak isu-isu yang beredar, kita difitnah bahwa kita dibayar, disuap untuk menjatuhkan pihak RO. Sumpah demi Tuhan, saya bilang saya berani jamin, saya berani pasang badan, kita tidak pernah disuap, kita tidak pernah dibayar,” bebernya.
Menurut Artos, Y telah memberikan izin kepada Sarwendah untuk membagikan rekaman tersebut guna meluruskan tuduhan yang menyebut mereka menerima bayaran.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan rekaman itu telah dibicarakan terlebih dahulu dengan Y.
“Kenapa dia akhirnya mengizinkan, karena ada isu-isu yang beredar bahwa kita disuap. Jadi untuk membuktikan bahwa fitnah itu tidak benar kamu (Y) izinkan SW untuk melapor,” jelas Artos.
Artos mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila rekaman tersebut diserahkan kepada Sarwendah, selama tujuannya untuk meluruskan tuduhan yang beredar di masyarakat.
“Dia juga tanya ke aku boleh gak, aku bilang gak masalah selagi tujuannya untuk mematahkan fitnah itu, kita kasih. Itu kenapa kita izinkan,” pungkasnya.
