TngActivity – Irfan Hakim mendadak menjadi sorotan hangat hingga tuai pro-kontra di media sosial.
Di tengah krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung sejumlah wilayah, Irfan merilis produk kaos bergambar dua ekor orang utan bermasker.
Langkah ini langsung diserbu komentar skeptis dari netizen. Sebagian warganet mempertanyakan etika menjual merchandise di tengah situasi darurat bencana dan menudingnya mencari keuntungan pribadi.
Tak tinggal diam, Irfan memberikan klarifikasi menohok pada Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat dan menjadikan setiap pemakai kaos sebagai penyambung lidah kepedulian alam.
“Bukan keuntungan penjualan yang menjadi tujuan. Tapi menyebar pesan kebaikan. Istilahnya saya sedang merekrut duta-duta alam yang menyampaikan tentang kerusakan,” ujar Irfan.
Ia juga meluruskan bahwa seluruh hasil penjualan kaos tersebut dipastikan akan didonasikan sepenuhnya untuk penanganan bencana dan penyelamatan satwa.
Melalui langkah ini, Irfan berharap pesan pelestarian lingkungan tidak hanya berhenti di media sosial, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak orang melalui cara sederhana yang mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Meski menuai kritik, inisiatif tersebut kembali membuka ruang diskusi mengenai berbagai cara menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.
