Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 300 Meter, Minta Warga Tetap Waspada

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/07), setelah beberapa hari tidak menunjukkan letusan.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 16.52 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai 300 meter di atas puncak.

Kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik.

Meski sempat memasuki periode tanpa letusan selama beberapa hari, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena kegempaan di dalam tubuh gunung tetap terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya erupsi bukan berarti aktivitas gunung telah benar-benar berhenti.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, mengatakan bahwa erupsi yang terjadi masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas gunung api dan belum menunjukkan indikasi peningkatan menuju erupsi yang lebih besar.

“Erupsi sore ini masih merupakan bagian dari dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau yang selama ini kami pantau. Hingga saat ini, belum ada parameter yang menunjukkan peningkatan signifikan menuju erupsi yang lebih besar,” ujar Andi Suwardi.

Ia menjelaskan, aktivitas gunung api bersifat fluktuatif sehingga kondisi permukaan yang tampak lebih tenang tidak selalu mencerminkan proses yang terjadi di dalam tubuh gunung. Karena itu, pemantauan visual maupun kegempaan terus dilakukan selama 24 jam.

Masyarakat juga diminta tidak panik menyikapi erupsi tersebut. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga karena status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG dan pemerintah,” lanjutnya.

PVMBG masih mempertahankan status Level III (Siaga) dan mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pelaku jasa wisata untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Rekomendasi tersebut tetap berlaku meski gunung sempat tidak mengalami erupsi selama beberapa hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *